Pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui proses belajar di dalam kelas. Kebiasaan berbagi, peduli terhadap sesama, dan gemar bersedekah juga perlu ditanamkan sejak usia dini. Semangat itulah yang menjadi perhatian dalam kegiatan Jember School Philanthropy Gathering: Berbagi Bersama, Mendidik Generasi Berkemajuan. 

Kegiatan ini digelar Lazismu Jember di Hotel Royal, Jalan Karimata No. 50 Kav. 2, Sumbersari, Jember, Jumat (21/8/2026). Sekitar seratus guru dari sekolah Muhammadiyah hadir dalam kegiatan tersebut. Gathering ini menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama antara Lazismu Jember dan sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam mengembangkan Program Filantropis Cilik. 

Program ini diarahkan bukan sekadar untuk mengajarkan anak gemar bersedekah sejak dini. Tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pendidikan karakter, pembiasaan berbagi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. 

Gerakan Pendidikan dan Syiar Persyarikatan

Direktur Lazismu Jember, Asbit Iman Sampurna, membuka kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember Prof. Dr. H. Kasman A. Rohim, M.Fil.I., dan drh. H. Puput Ridjalu Widjaja. 

Hadir pula Ketua IGABA Kabupaten Jember Utami Dwi Rahayu, S.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen PDM Jember yang diwakili Dr. Siti Nursyamsiah, serta Pimpinan BSN KC Jember Muhammad Solihin sebagai Mitra Lazismu Jember.

Manager Fundraising Lazismu Jember sekaligus narasumber kegiatan, Dedi Miftahul Hamzah menjelaskan, program filantropi sekolah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengajarkan anak untuk bersedekah. 

“Filantropi sekolah tidak hanya bagaimana anak-anak diajarkan untuk gemar bersedekah sejak dini. Tetapi juga menjadi jalan syiar Persyarikatan dan bagian dari ikhtiar peningkatan kesejahteraan guru,” ujarnya. 

Dia juga mengaitkan gerakan pendidikan dan filantropi dengan pesan surat Al-Mujadilah ayat 11.  Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. 

“Pesan tersebut menjadi relevan dengan posisi sekolah dan para guru sebagai bagian penting dalam membangun generasi berilmu sekaligus berkarakter. Pendidikan yang melahirkan generasi berkemajuan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial dan kesediaan berbagi kepada sesama,” ungkapnya. 

Perkuat Komitmen melalui MoU

Penguatan gerakan filantropi di sekolah kemudian diwujudkan melalui penandatanganan MoU Penguatan Gerakan Filantropi Cilik bersama IGABA, Majelis Dikdasmen, dan BSN KC Jember.

MoU tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara Lazismu Jember dengan lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Harapannya, gerakan filantropi tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya positif yang dilakukan secara berkelanjutan di sekolah. 

Bantuan Guru Merdeka

Rangkaian kegiatan ditutup dengan serah terima Bantuan Insentif Guru dari Lazismu Jember yang diberi branding Bantuan Guru Merdeka. Penamaan tersebut disesuaikan dengan momentum kegiatan yang masih berada dalam suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Bantuan diberikan kepada enam guru, yang terdiri dari empat guru TK dan dua guru SD. Para penerima bantuan ditentukan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari IGABA dan Majelis Dikdasmen. 

Salah satu penerima bantuan, Siti Nurul Jannah, S.Pd., guru SD Muhammadiyah Kasiyan, menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Jember atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada para guru.

“Terima kasih kepada Lazismu Jember yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami para guru. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut, semakin banyak guru yang terbantu. Dan Lazismu semakin berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya. 

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Lazismu Jember terhadap para pendidik sekaligus bagian dari semangat berbagi yang ingin terus dibangun melalui gerakan filantropi sekolah.

Melalui Jember School Philanthropy Gathering, Lazismu Jember berharap kolaborasi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin kuat. Gerakan Filantropis Cilik pun diharapkan tumbuh sebagai budaya pendidikan yang menanamkan kepedulian sejak dini, memperkuat syiar Persyarikatan, dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi warga sekolah serta masyarakat.

Kembali ke Daftar Berita