Lazismu Jember - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui ajakan semata. Dibutuhkan aksi nyata dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. Semangat itulah yang diwujudkan Lazismu Jember dengan memberikan dukungan pendanaan pada kegiatan Green Action yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Jember (IMM UNEJ) di kawasan Pantai Bandealit, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam tersebut melibatkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Curahnongko, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempurejo, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta Resort Meru Betiri Bandealit.

Perwakilan Lazismu Jember, Dedi Miftahul Hamzah, mengatakan dukungan yang diberikan merupakan bagian dari komitmen Lazismu dalam mendorong program yang memadukan kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

"Kegiatan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini merupakan agenda berskala nasional sekaligus pembuka dari rangkaian acara menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam. Semoga aksi ini membawa manfaat nyata, dan kami berterima kasih kepada IMM atas kerja sama yang luar biasa ini," ujarnya.

Melalui dukungan dana dari Lazismu Jember, rangkaian kegiatan Green Action dapat terlaksana dengan baik. Aksi tersebut meliputi penanaman 91 bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Bandealit sebagai upaya mitigasi abrasi dan pelestarian ekosistem pantai. Selain itu, para peserta juga melaksanakan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah plastik dan limbah organik yang berpotensi mencemari kawasan konservasi.

Tidak hanya berfokus pada lingkungan, kegiatan ini juga menghadirkan kepedulian sosial melalui penyaluran 31 paket sembako kepada keluarga nelayan dan warga kurang mampu di sekitar Resort Bandealit. Program tersebut menjadi wujud bahwa pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Ketua Koordinator Komisariat IMM UNEJ, Rayhan Tazakka, menyampaikan bahwa Green Action dirancang sebagai momentum untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Resort Meru Betiri Bandealit, Yudha Kunchara, S.Hut., mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen Muhammadiyah dan generasi muda. Menurutnya, menjaga kawasan konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola taman nasional, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penanaman mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Yudha juga mengingatkan bahwa pencemaran yang terjadi di wilayah hulu sungai pada akhirnya akan bermuara ke laut dan berdampak pada kawasan konservasi.

Melalui dukungan terhadap Green Action, Lazismu Jember berharap semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara lembaga filantropi, organisasi mahasiswa, persyarikatan Muhammadiyah, dan pengelola kawasan konservasi diharapkan menjadi inspirasi lahirnya gerakan-gerakan serupa demi mewujudkan lingkungan yang lestari sekaligus masyarakat yang lebih berdaya.

Kembali ke Daftar Berita