LazismuJember.org - Puncak acara Milad Lazismu berlangsung meriah di Jember dengan berbagai macam kegiatannya. Bertempat di tengah rangkaian Pengajian Ahad Pagi pada 12 Juli 2026, Lazismu Jember sukses mengintegrasikan perayaan milad ke-24 dengan serangkaian aksi sosial yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi perwujudan nyata komitmen organisasi dalam menghadirkan kebermanfaatan. Beragam agenda digelar mulai dari donor darah, cek kesehatan gratis, program "Yatim Nge-Mall", hingga pembagian Al-Qur’an Braille dan buku Iqra untuk saudara difabel netra. Tak ketinggalan, hadir pula sajian spesial "BaksoMu" yang menjadi simbol inovasi ketahanan pangan berbasis daging kurban yang dikelola secara profesional oleh Lazismu.
Kehadiran drh. H. Zainul Muslimin, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, memberikan warna tersendiri dalam acara ini. Dalam tausiahnya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme dalam berfilantropi. "Menjalankan amanah di Lazismu harus dilakukan dengan cara yang terukur. Kita harus melampaui sekadar rutinitas, karena keberhasilan program diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan umat. Amanah ini tidak linear dengan latar belakang profesi, namun sebagai warga Muhammadiyah, kita harus siap mengurus organisasi dengan cara terbaik," ujar drh. Zainul.
Salah satu agenda yang paling menyedot perhatian adalah pentasarufan paket alat cukur gratis sekaligus pelatihan keterampilan bagi para santri. Para penerima manfaat berasal dari LKSA Nurul Husna, Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulia, Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, dan LKSA Al Iman. Melalui program ini, Lazismu Jember berupaya membekali generasi muda dengan kemandirian ekonomi melalui keterampilan praktis. Dengan adanya pelatihan ini, para santri diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki bekal untuk berkontribusi bagi kemandirian ekonomi di lingkungannya masing-masing.
Selain aksi sosial kemasyarakatan, Lazismu Jember juga memperkuat fondasi kelembagaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Bank Syariah Nasional (BSN) Cabang Jember. Sinergi strategis ini dilakukan untuk memperluas akses layanan filantropi dan transparansi pengelolaan dana umat, sehingga setiap rupiah yang disalurkan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Pesan drh. Zainul Muslimin mengenai pentingnya memiliki kober (luang waktu) dalam mengurus persyarikatan benar-benar terealisasi dalam kegiatan ini. Seluruh pengurus dan relawan tampak bahu-membahu memastikan setiap aspek kegiatan. Mulai dari pelayanan kesehatan hingga teknis pembagian makanan berjalan tertib dan memanusiakan mustahik.
Lazismu Jember kini berdiri di usia ke-24 tahun dengan tantangan yang lebih besar di depan mata. Namun, dengan semangat inovasi seperti pengelolaan daging kurban yang tahan lama dan program pemberdayaan santri, Lazismu membuktikan bahwa filantropi modern harus terus bergerak maju. Bagi masyarakat yang ingin terlibat lebih jauh dalam program-program kemanusiaan Lazismu, momentum milad ini menjadi ajakan terbuka untuk terus berbagi, berdaya, dan menebar kebaikan bagi sesama. Mari bersama-sama memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Keberhasilan program ini adalah cerminan dari kekuatan gotong royong seluruh warga persyarikatan.
Kembali ke Daftar Berita