lazismujember.org - Sebuah berita mampu menyampaikan fakta, tetapi menghadirkan cerita mampu membuat pembaca ikut merasakan.
Gagasan itulah yang mendorong jurnalis dan amil Lazismu Jember mengikuti resepsi milad ke-2 Tagar.co di Favehotel Sidoarjo, Ahad
(26/7/2026).
Di sesi Pelatihan Menulis Cerpen dengan tema Writing is Healing,
penulis mengajukan pertanyaan kepada narasumber Redaktur Budaya Tagar.co,
Ichwan Arif.
Pertanyaannya sederhana, bagaimana caranya penulis bisa menemukan pola
gayanya sendiri. Tidak terpengaruh penulis A maupun B.
Bagi saya, kesempatan mengikuti pelatihan ini menjadi pengalaman yang
sangat berharga. Biasanya hanya berkutat copywriting, penulisan berita, artikel
jurnalistik, hingga konten publikasi lembaga, dalam pelatihan tersebut membuka
sudut pandang baru bahwa sebuah kisah bisa memiliki kekuatan emosional yang
berbeda dibandingkan berita.
Berita hadir untuk menjelaskan fakta secara lugas, sedangkan cerpen
mengajak pembaca menyelami suasana, memahami latar belakang tokoh, merasakan
konflik, hingga menemukan makna bahkan rasa di balik setiap peristiwa.
Lewat menghadirkan cerita, dari sanalah empati tumbuh, dan empati sering
kali menjadi awal lahirnya kepedulian. Bisa menggerakkan filantropi untuk warga
yang membutuhkan bantuan.
Saya ingin mencoba peluang menghadirkan inovasi dalam gerakan filantropi lewat
jurnalistik. Saya meyakini kisah-kisah yang ditulis dengan menyentuh dapat
menjadi jembatan antara masyarakat dengan mereka yang membutuhkan uluran
tangan.
Banyak orang tergerak berdonasi bukan hanya karena mengetahui datanya,
tetapi karena mereka mampu merasakan cerita di baliknya.
Saya ingin belajar bagaimana menghadirkan tulisan yang tidak
hanya informatif, tetapi juga mampu menyentuh hati pembaca sehingga lahir
kepedulian untuk berbagi.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat Lazismu Jember yang selama ini terus mengembangkan berbagai strategi
komunikasi agar pesan-pesan kemanusiaan semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui pendekatan storytelling, setiap program diharapkan tidak hanya
dipahami sebagai angka penyaluran atau laporan kegiatan, tetapi juga sebagai
kisah nyata tentang harapan, perjuangan, dan perubahan kehidupan para penerima
manfaat.
Sementara itu Muhammad Rayhan Tazakka dari Lazismu Jember
memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan mengenai dunia
kepenulisan dan jejaring literasi.
Kehadiran kami berdua menjadi bagian dari komitmen Lazismu Jember dalam
meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang komunikasi
publik dan pengelolaan narasi kemanusiaan.
Keikutsertaan dalam resepsi milad ke-2
Tagar.co diharapkan menjadi titik awal lahirnya karya-karya yang
bukan hanya enak dibaca, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Kami berharap ilmu yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk menghadirkan
cerita-cerita yang mampu menghubungkan hati para pembaca dengan semangat
berbagi.
Kembali ke Daftar Berita