LazismuJember.org - Ada hal menarik ketika orang tidak lagi memandang seekor ayam secara biasa. Di rumah Ani Farida, seekor ayam petelur Kuntara kini membawa cerita yang jauh lebih besar. Ayam itu bukan sekadar calon penghasil telur. Melainkan bagian dari langkah menggerakkan ekonomi keluarga, memenuhi gizi, sekaligus mengurangi sampah organik rumah tangga.
Pada Jumat (4/9/2026), Lazismu Jember resmi mentasarufkan paket ayam
petelur Kuntara. Yakni melalui program Sinergi Pemberdayaan Ekonomi dan
Pemenuhan Gizi Keluarga (Sipeka) kepada Ani. Ia menjadi penerima manfaat
terakhir dari kelompok pertama kegiatan Sipeka di Kelurahan Kaliwates.
Masyarakat lingkungan sekitar mengenal Ani sebagai sosok yang aktif. Ia
mengabdi sebagai kader posyandu yang hebat di Aster 24, Jalan Teratai Gang VII,
Kelurahan Kaliwates. Rumahnya tidak hanya menjadi basis kegiatan posyandu.
Tetapi juga menjadi proyek percontohan Kampung Zero Waste, ikhtiar mengurangi
sampah organik rumah tangga dari lingkungan sekitar.
Di titik inilah Sipeka menunjukkan daya tariknya. Lazismu Jember
menyediakan satu paket ayam petelur Kuntara. Sementara pada saat yang sama,
rumah tangga menghadapi persoalan harian yang sangat dekat: sisa makanan dapur
yang sering kali berakhir menjadi sampah.
“Kegiatan Sipeka ini tidak hanya menyasar target peningkatan ekonomi rumah
tangga saja. Tetapi juga mengatasi problem sampah organik rumah tangga dan
mengatasi permasalahan stunting. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,” ujar
Arief Nur Hartanto, Manajer Divisi Program Lazismu Jember.
Arief bersama Digital Fundraising Lazismu Jember, Rayhan Tazakka,
mengabadikan langsung momen pentasarufan paket ayam tersebut.
Membangkitkan Kemandirian dari Dapur Rumah
Ani menyambut kedatangan paket ayam Kuntara tersebut dengan penuh antusias.
“Besar-besar ya ayamnya, semoga makannya juga bisa ideal dengan proporsi
campuran pakan ayam dan sisa makanan dapur,” ungkapnya.
Kalimat sederhana itu justru menunjukkan cara kerja program ini: bukan
sekadar memberi bantuan, melainkan mendorong penerima manfaat mengolah potensi
rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai.
Ani bahkan menyimpan tekad kuat untuk menyusul keberhasilan penerima
manfaat sebelumnya, yang telah sukses mengembangkan bantuan ayam Kuntara hingga
berkembang menjadi 29 ekor. Harapannya, bantuan ayam hari ini tidak berhenti
sebagai bentuk pemberian sesaat, melainkan terus berkembang menjadi aset
keluarga, sumber pangan bergizi, serta bagian dari solusi persoalan lingkungan.
Pada
proses pentasarufan tersebut juga hadir Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si.,
S.Sos., M.M., Penanggung Jawab Kegiatan Sipeka di Kaliwates Indra Gunawan,
serta perwakilan Forum RT/RW Kaliwates H. Teguh.
Lurah Kaliwates menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Lazismu
Jember dalam membangun wilayahnya.
“Peran Lazismu di Kaliwates menunjukkan, gerakan filantropi di Jember bisa
juga dimanfaatkan di Jember oleh Lazismu tidak lari ke daerah lain. Semoga yang
sudah di Kaliwates bisa semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat
sekitar,” tutur Abdul Khamil.
Program ini bukan sekadar berbicara tentang berapa ekor bantuan yang
berpindah tangan, melainkan tentang apa yang dapat tumbuh dan berkembang
setelahnya: ekonomi keluarga, pemenuhan gizi, kepedulian lingkungan, hingga
keberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebab, gerakan filantropi yang baik tidak pernah berhenti saat serah terima
bantuan selesai. Gerakan itu justru baru benar-benar bermula ketika penerima
manfaat mampu menumbuhkan harapan baru dari bantuan tersebut.
Kembali ke Daftar Berita