Lazismu Jember - Sipeka Lazismu Jember memulai tahap kedua. Sipeka singkatan dari Sinergi Pemberdayaan Ekonomi dan Pemenuhan Gizi Keluarga. Ini merupakan program pilar ekonomi.

Program pemberdayaan ini menjawab tantangan Lazismu Jawa Timur untuk menghadirkan program yang berdampak dan berkelanjutan.

Sipeka telah berjalan di Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Program tersebut memadukan pemberdayaan ekonomi keluarga dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Pada Selasa (11/8/2026), Manajer Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jember, Arief Nur Hartanto, melakukan survei calon penerima manfaat.

Survei menyasar calon penerima program Sipeka ayam petelur kuntara. Dua calon penerima berasal dari RW 04 dan RW 05 Kelurahan Kaliwates.

Dalam survei tersebut Lurah Kaliwates Abdul Khamil ikut mendampingi. Ia juga bersama Indra Gunawan, Ketua Destana Kelurahan Kaliwates sekaligus penanggung jawab program Sipeka.

Lazismu Jember Pastikan Kesiapan Penerima

Tim Lazismu Jember mengawali survei dengan asesmen langsung ke sejumlah lokasi calon penerima manfaat.

Selanjutnya, tim mengisi check list penilaian calon penerima manfaat. Mereka juga memeriksa kesiapan tempat dan kondisi kandang.

Tim memastikan kandang memenuhi kelayakan untuk pemeliharaan ayam petelur. Selain itu, tim melihat komitmen calon penerima dalam menjalankan program.

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari keberlanjutan Sipeka. Penerima tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga bertanggung jawab mengelolanya.

Bagi Lazismu Jember, proses tersebut memastikan dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat menghasilkan manfaat produktif.

Arief Nur Hartanto mengatakan, Sipeka tidak sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Kami ingin dana yang dititipkan kepada Lazismu tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Melalui Sipeka, kami berusaha menghadirkan program yang bisa menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memberikan manfaat untuk pemenuhan gizi masyarakat. Harapannya, manfaatnya terus tumbuh dan semakin banyak dirasakan warga,” ujar Arief.

Sipeka Bukan Program Baru

Sipeka bukan program baru bagi Lazismu Jember. Program tersebut telah dibuka Dima Akhyar, Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember.

Pembukaan berlangsung pada Maret 2026 di RT 02 RW 17 Kelurahan Kaliwates.

Pada tahap pertama, tiga penerima manfaat menjalankan program sesuai pendampingan Lazismu Jember.

Tim Lazismu Jember menilai pelaksanaan tahap pertama berhasil. Karena itu, Lazismu Jember melanjutkan program melalui pentasyarufan tahap kedua.

Keberlanjutan program tersebut mendapat sambutan positif dari calon penerima manfaat. Salah satunya Moch. Saeri.

Ia mengaku telah menunggu program Sipeka hadir di wilayahnya. Sebelumnya, ia melihat program serupa berjalan di wilayah lain.

“Kami sebenarnya sudah menunggu program seperti ini. Melihat wilayah lain sudah mendapatkan dan menjalankan program, kami juga berharap bisa mendapat kesempatan yang sama. Alhamdulillah sekarang ada program ini dan kami siap untuk merawat serta menjalankannya dengan baik,” ungkap Moch. Saeri.

Ayam Petelur Dorong Ekonomi dan Gizi

Melalui Sipeka, Lazismu Jember mendorong masyarakat menjadi pelaku pemberdayaan.

Penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan produktif. Mereka juga memiliki tanggung jawab menjaga dan mengembangkan program.

Pada tahap pertama, hasil program membantu posyandu menyediakan gizi tambahan bagi bayi penderita stunting.

Kini, tahap kedua diharapkan memperluas dampak program bagi masyarakat Kelurahan Kaliwates.

Ayam petelur menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi keluarga. Pada saat yang sama, hasilnya dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Karena itu, Lazismu Jember bersama Kelurahan Kaliwates dan Destana perlu menjaga pendampingan secara konsisten.

Pemantauan berkala juga penting agar penerima mampu mengelola program secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan pola tersebut, Sipeka tidak berhenti sebagai bantuan produktif. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Zakat Diubah Menjadi Manfaat Berkelanjutan

Lazismu Jember terus membuka ruang partisipasi masyarakat untuk memperluas program pemberdayaan seperti Sipeka.

Dukungan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat memperkuat berbagai program produktif bagi masyarakat.

Dengan demikian, kepedulian masyarakat dapat berkembang menjadi kemandirian. Manfaatnya pun tidak berhenti pada satu penerima.

Sebab, pemberdayaan bukan hanya tentang seberapa besar bantuan diberikan. Lebih dari itu, pemberdayaan mengukur seberapa jauh manfaat dapat tumbuh dan bertahan.

Program yang berkelanjutan juga membuka peluang bagi lebih banyak keluarga untuk merasakan manfaatnya.

 

Kembali ke Daftar Berita